Sabtu, 09 Oktober 2010

KONTRUKSI ATAP

Pengertian Struktur Konstruksi Atap
Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan.

Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, tampak yang dikehendaki oleh arsitek, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat.

Konstruksi rangka atap yang digunakan adalah rangka atap kuda-kuda. Rangka atap atau kuda–kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap. Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan penutup atap, maka konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan.

Kriteria Pemilihan Jenis Bahan Penutup Atap
Jenis bahan penutup atap merupakan factor yang sangat mempengaruhi keserasian atap. Dalam pemilihan jenis penutup atap ini ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut :

1. Tinjauan terhadap ikllim setempat
2. Bentuk keserasian atap
3. Fungsi dari bangunan tersebut
4. Bahan penutup atap mudah diperoleh
5. Dana yang tersedia

Syarat-Syarat Konstruksi Atap
Adapun syarat-syarat konstruksi atap yang harus dipenuhi antara lain :
1. Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan terhadap beban-beban yang bekerja padanya.
2.Pemilihan bentuk atap yang sesuai sehingga menambah keindahan serta kenyamanan bagi penghuninya.
3. Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsi bangunan tersebut, dan tahan terhadap pengaruh cuaca.
4.Sesuai dengan ciri khas arsitektur tradisional bangunan sekitar.
5. Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng, kaca, asbes dan lain – lainnya.


BAHAN-BAHAN PENUTUP BIDANG ATAP
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar bahwa mahkotanya suatu bangunan terletak pada keserasian atapnya. salah satu faktor yang turut mempengaruhi keserasian itu adalah jenis bahan penutupnya. Penutup atap ini dimaksudkan untu melindungi bagian dalam terhadap pengarauh hawa, yaitu berupa hujan, panas, angn, debu atau pengaruh-pengaruh lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan penghuninya. Jenis bahan penutup yang dapat digunakan, maka dipandang perlu untuk membuat kriteria dasar pemilihannya.
Adapun kriteria dasar untuk dapat memilih bahan penuutp atap adalah sebagai berikut :
1. Tinjauan terhadap iklik setempat, artinya: apakah di tempat didirikannya bangunan itu mempunyai iklim panah atau iklim dingin?
2. Bentuk keserasian atap yang dikehendaki
3. Tinjauan daripada didirikannya bangunan tersebut.
4. Mudahnya bahan itu didapat atau ditangkan di tempat di mana bangunan iti didirikan.
5. Jumlah dana / Uang yang tersedia.
Dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan di atas barulah kiranya kita dapat menentukan atau memilih salah satu jenis bahan penutup bidang atap yang akan dipergunakan.
1. Syarat-Syarat Umum Bahan Penutup Atap
Adapun syarat umum bahan penutup atap adalah :
• Bahan harus dapat bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi
• Harus rapat terhadap air hujan / tidak tembus air.
• Tidak mengalami perubahan bentuk karena adanya pergantian / perubahan cuaca
• Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan.
• Tidak mudah terbakar
• Bobotnya cukup ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah di pasang
• Tahan lama ? awet
Disamping persyaratan di atas, bahan penutup atap mempunyai hubugan yang erat dengan sudut lerengnya. Makin rapat dan padat bahan penutup atap, sudut lerengnya dapat dibuat lebih landai seperti bahan dari beton atau asbes.
Kemiringan dari suatu bentuk atap dibuat dengan maksud :
1. Agar air hujan yang jatuh pada permukaan bidang atap dengan cepat dapat mengalir meninggalkan bidang atap tersebut, sehingga kemungkinan rembes sangatlah kecil.
2. Menambah keindahan pandangan dari suatu bangunan.
3. Didapat ruangan atas yang sekaligus dapat berfungsi sebagai isolasi terhadap iklim. Dan bila dalam keadaaan memaksa dapat dipakai untuk gudang penyimpanan barang-barang kecil dan ringan.
Hubungan antara jenis bahan penutup dengan Besar-kecilnya sudut lereng (kemiringan) atap.

No. Bahan Penutup Atap Sudut Kemiringan atap
1. Beton 1 – 2
2. Kaca 10 – 20
3. Semen Asbes 15 – 25
4. Seng 20 – 25
5. Genteng 30 – 40
6. Sirap 25 – 40
7. Seng, Ijuk >= 40
Catatan: semua ukuran sudut dalam satuan derajat
Adapun caran pemeriksaaan genteng yang baik, dilapanga sebagai berikut :
1. Tinjauan terhadap Pandangan luar :
• Bila tiap-tiap bagian permukaan genteng itu dipukul, maka akan terdengar suara yang nyaring
• Tidak terlihat adanya retak-retak diseluruh permukaannya.
• Permukaan genteng itu rata dan tidak ada lekuk-lekuk
• Setelah dipasang akan terlihat di atas atap rapih dan berukuran sama.
2. Tinjauan Terhadap Berat rata-rata.
Untuk mengetahui berat rata-rata genteng dapat dilakukan dengan jalan penimbangan, ambil contoh sampel 6 buah genteng dari tumpukan tiap-tiap jenis yang diperkirakan dapat mewakili keseluruhan. Kemudian gentang ini ditimbang dan hasil beratnya masing-masing dijumlahkan dan dibagi rata-rata, maka hasil pembagian ini merupakan berat rata-rata
3. Tinjauan terhadap rembesan
Sediakan sebuah genteng yang akan diperiksa dan sebuah kotak terbuka (kaleng) yang pada bagian sisi atas dan bawahnya terbuka serta semua sisi sampingnya tidak dapat tembus oleh air. Kotak ini direkatkan pada bagian atas permukaan genteng, selanjutnya dibagian luarnya diberi perekat lilin agar rapat air. Kotak ini diisi air kira-kira setinggi 6 cm. Setelah 3 jam lamanya dalam kotak, lalu bagian bawah genteng diperiksa apakah terjadi rembesan atau tetesan air. Catat dari 6 buah atau lebih genteng, berapakah yang tembbus air. Genteng yang baik tidak akan tembus air.
4. Tinjauan terhadap penampang patahan:
Genteng yang akan diperiksa dipatahkan pada arah panjang dan melintang. untuk genteng yang baik akan terlihat seperti berikut :
• Warna pada tiap-tiap patahan merata (merah sedikit kekuning-kuningan)
• Tebalnya pada bagian-bagian patahan itu sama
• Susunannya terlihat rapat dan padat
• Campurannya yang berasal dari tanah liat itu halus.
an dan budget yang tersedia.
Syrat-Syarat Teknik Pelaksanaan Konstruksi Rangka Atap
LINGKUP PEKERJAAN
Termasuk di dalam lingkup pekerjaan konstruksi ini adalah juga pekerjaan-pekerjaan
persiapan guna pelaksanaan rangka atap, penyediaan tenaga, bahan material, dan peralatan. Untuk itu perlu manajemen proyek yang terstruktur. Manajemen proyek yang profesional akan membantu pekerjaan menjadi lebih tersistem.
Secara keseluruhan lingkup pekerjaan konstruksi rangka atap ini meliputi :
a. Pekerjaan Konstruksi Baja Atap
PEKERJAAN KONSTRUKSI RANGKA ATAP
Lingkup Pekerjaan
Termasuk di dalam lingkup pekerjaan konstruksi baja atap ini penyediaan tenaga,
bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja atap.
Bahan.
1. Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini :
a. Rangka Atap Baja Ringan Zinc Alume setara Smart Truss, Global Steel,
atau Truss indo
b. Usuk Plat Baja Lapis Alumunium AZ100 (Alumunium Zinc Coated Steel
Plate) setara Global U100 t=0,85mm eks Global Steel Light Steel Frames.
c. Reng Plat Baja Lapis Alumunium AZ100 (Alumunium Zinc Coated Steel
Plate) Global R36 t=0,55mm eks Global Steel Light Steel Frames atau yang
Setara.
Seluruh bahan baja ringan yang akan digunakan harus di berikan contohnya
terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas / Direksi,
sebelum boleh didatangkan dilapangan pekerjaan.
Pelaksanaan.
1. Bentuk dan dimensi kudakuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya
harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan
keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan.
Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan"
lebih dahulu. Pekerjaan kudakuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan
sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Direksi. Sistem instalasi maupun sistem konstruksi harus benar-benar diperhatikan.
2. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan
lantai kerja yang keras. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan,
Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Direksi dan menunjukkan
bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari
Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. Antara sistem konstruksi, sistem instalasi, dsb harus teratur.
3. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. Pelubangan harus
menggunakan bor. Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran
harus ditumpulkan dengan gerenda.
4. Pemasangan kudakuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok
beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan
baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar. Jika dibutuhkan, bisa melakukan sewa alat berat.
5. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak
menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda.
6. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang pejepit sebagai klem pengaku
bidang kudakuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum
trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam
keadaan diam. Jika diperlukan bisa memanfaatkan jasa sewa alat berat.
Jenis-Jenis Penutup Atap
Macam-macam tipe atap antara lain :

1. Atap datar (platdak), biasanya menggunakan beton bertulang yang dihitung tersendiri sesuai dengan bentangan dan tebal plat. Meskipun tipe ini dikatakan datar, namun permukaan atap selalu dibuat miring untuk menyalurkan air hujan kelubang talang


2. Atap strandar (lessenaar), terdiri dari sebuah bidang atap miring kebagian tepi atasnya menempel pada dinding bangunan induk, pada bentuk ini menggunakan konstruksi setengah kuda-kuda.

3. Atap pelana (Zadeldak), terdiri dari dua bidang miring atap yang tepi atasnya bertemu pada satu garis lurus yang disebut bubungan. Tipe ini banyak digunakan untuk rumah sederhana dan banyak dijumpai di daerah pedesaan Bali, Jawa Barat, Jawa timur, dan Jawa Tengah.

4. Atap perisai (schildak), merupakan menyempurnaan dari bentuk atap pelana dengan menambahkan dua bidang atap miring yang membentuk segitiga pada ujung akhir atap bangunan.

5. Atap tenda (tentdak), biasa dipakai pada bangunan yang ukuran panjang dan lebarnya sama, ini berarti atap terdiri dari empat bidang atap dan empat jurai dengan bentuk, ukuran dan lereng yang sama yang bertemu pada satu titik tertinggi, yaitu pada tiang penggantung.

6. Atap runcing atau menara (terendak), serupa dengan bentuk atap tenda, akan tetapi kemiringan dari jurai lebih curam.

7. Atap kerucut (kegeldak), jika atap itu berdenah bundar maka didapat atap berbentuk kerucut.

8. dan lain-lain.












Contoh Gambar Struktur atap

1 komentar:

  1. Sistematika sudah bagus.
    hati-hati konstruksi rangka atap dan penutup atap satu tapi dua, jangan campur adukan materi penutup dengan rangka atap.
    Kelompok berapa? dan siapa saja anggota kelompoknya?

    BalasHapus